Press Release Pasca Event Sunda.is.me 2014

Sunda.Is.Me – Sunda is Us, Sunda is You, Sunda is Me

Jatinagor – Humas D Angkatan 2011 Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad di bawah asuhan Ibu Lilis Puspitasari dan Ibu Renata Anisa telah selesai menghadirkan kembali Budaya dan kesenian Sunda yang telah lama dengan event yang bertajuk SUNDA.IS.ME dengan tagline “Sunda is Us, Sunda is You, Sunda is Me” pada hari kamis tanggal 5 Juni 2014 Kemarin berlokasi di Lapangan eks-Kopma Universitas Padjadjaran Jatinangor. Acara ini ditujukan untuk memotivasi masyawarakat Bandung dan sekitarnya untuk terus menjaga dan memelihara kebudayaan sunda.

Acara dimulai dengan pembukaan Upacara Seren Taun pada pada pukul 15.00 WIB, upacara bagi para petani di Jatinangor untuk mensyukuri hasil panennya, Upacara dibuka penampilan Humas D 2011 Fikom Unpad bekerja sama dengan pihak STSI. Sejumlah mahasiswa memegang kohkol dan hasil tani diringi musik oleh PUNK_CUT, menarikan tarian seren taun dengan suka cita dalam Upacara Seren Taun, selanjutnya diikuti dengan Tatangga Randa, manusia berkoustum cepot menggunakan engrang tinggi menampilkan keterampilan mereka dan diikuti Tarian Kreasi Mojang Priangan. Bersama-sama mereka lalu mengelilingi Unpad untuk memperkenalkan kembali budaya yang telah lama hilang tersebut.

Dipimpin dengan MC Kodrat yang merupakan penyiar dari Urban Radio berkolaborasi dengan Iyey yang berasal dari STI acara berlangsung dengan Apik dan Meriah. Ada beberapa penampilan dari pengisi acara sunda.is.me seperti Pancasura yang meningkatkan atmosfer kemeriahan di sunda.is.me, beberapa penonton turut mengikuti alunan musik yang disuguhkan oleh pacasura yang membawakan beberapa lagu sunda. Selain itu ada juga Penapilan dari Sa_Awi, Paberik Bambu & P.D.A.M

Sebelum acara berakhir, panitia memberikan plakat kepada pihal-pihak yang telah membantu terselenggaranya acara sunda.is.me kepada Ibu Lilis Puspitasari sebagai Dosen Mata Kuliah PR Event, Pihak i-Radio sebagai offical Media Partner, Himaka STSI, dan UKM Palawa. Plakat diberikan oleh ketua Sunda.is.me Rizki Alyndra Putra

Acara ditutup dengan penampilan Guess Star Utama Sunda.is.me yakni Saratuspersen

Penulis : Tria Dara Barlian – Koordinator Humas sunda.is.me

Foto : Fresilia Vebriani – Koordinator Media sunda.is.me
Refa I. Adiredja

Done

Hai, mengingat ini moment terakhir sebelum 2014, dan merupakan saat terakhir tim Teras Dunia melakukan Media Social Campaign, di berbagai akun seperti facebook, twitter, instagram, youtube dan blog.

I never thought I’ll be the leader of this social media campaign. Damn you egif karena telah melakukan konspirasi di dalam kelas (becanda gip hehe).

Alhamdulillah semuanya sudah beres, terima kasih untuk management Teras Dunia yg sudah sabar sekali dan dengan baik menjalankan tugasnya sehingga semua ini selesai dan untuk teman-teman Humas D 2011 yg bersedia meluangkan waktunya untuk menjadi Contributor Data & Propaganda Agent. This work wouldn’t have done if I ain’t get help from you guys.

So here it is, I present you proposal Media Social Campaign Teras Dunia, saya berhasil mengeditnya di photoshop dengan sedikit perjuangan haha.

Original Design by Tria Dara Barlian
Logo Teras Dunia by Raden Daru Ramadinoto
Content of Proposal by Merisyafitri & Arimy Adi Savitry

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

Identity

Hai

Sudah cukup waktu yang lama saya menulis. Semester 5 lalu, adalah semester yang terberat sejauh ini saya menjalani kuliah. Setiap mata kuliah di bebani oleh tugas dan tugasnya tidak bisa berjalan tanpa kerja sama dengan orang lain. Kali ini saya ditugaskan untuk membuat house journal (HJ). House journa adalah majalah internal yang pembacanya terbatas kepada public internal organisasi tersebut. Kelompok saya menda[atkan salah satu fakultas di Unpad, yakni FKG. Untuk membuat house journal tersebut butuh proses yang panjang. Mulai dari rapat redaksi untuk membahas :

(1)    Penyusunan proposal HJ

(2)    Rubrikasi yang akan di muat

(3)    Pemilihan nama rubrik HJ

(4)    Pembuatan matrix HJ (penentuan suatu rubrik masuk ke dalam halaman mana)

(5)    Pengumpulan data (proses yang paling melelahkan, karena untuk mendapatkan 24 halaman HJ di bawah ini kami harus 3-5 kali bulak-balik Bandung untuk ke FKG Sekeloa Bandung, dan lebih dari 5 kali untuk mengambil data di FKG Jatinangor. Mulai dari proses membuat janji, menemui narasumber, wawancara, pengambilan foto, dll.

(6)    Pembuatan artikel, interpretasi dari hasil wawancara

(7)    Pemerikasaan kesalahan penulisan oleh editor

(8)    Editing dan Layouting

Dan bisa di bayangkan rapat untuk hal-hal di atas berkali-kali hingga tak jarang semuanya merasa jenuh bertemu dengan itu-itu saja.

Tak jarang saya menunggu hampa dengan sia-sia untuk mendapatkan data yang saya inginkan. Kadang narasumber saya tidak bisa bertemu setelah membuat janji, ada yang  sulit sekali di temui, padahal saya dan narasumber tersebut berada dalam satu tempat, dan menunggu yang tak ada habisnya. Sungguh melelahkan dan menguras emosi.

Belum lagi dalam proses pelaksanaan terkadang terjadi perbedaan pendapat dan perbedaan prioritas. Matrix yang terpaksa harus berubah di tengah jalan, karena sulit mendapatkan data dan perbedaan ide.

Finally we did it! Just like Dora always said. Dengan semua drama yang terjadi, dan perbedaan pendapat akhirnya kami berhasil merampungkan HJ ini. Sampai ada yang sempat miss-communication dengan pasangannya, ada yang udah ga tidur berhari-hari, ada yang baru belajar photoshop dan kelaperan setelah mengedit berjam-jam, hahaha we over it. Saya sungguh lega, tenang, sekaligus bangga kami bisa melewati ini semua.

Kami selalu menganalogikan diri kami adalah semuts, sekumpulan orang-orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan. Tapi ternyata dalam praktiknya kami jauh sekali dengan sikap semut yang cepat, hemat dan baik (sebuah slogan yang kami temukan di BEC dari sebuah toko bernama semut, Int). Walaupun kami lumut (malas bergerak), boros, dan tidak selalu baik, hahaha but at least we still love each other and trying to synchronize our work. Sebuah proses yang luar biasa untuk menyatukan ke-7 kepala ini. Dengan kepribadian khas masing-masing, yang satu bawel, yang lain sabar nya minta ampun, ada yang  kita cuma ngelus dada , ada yang silent reader (diam-diam jadi),  ada yang jenius, ada yang menengahi, dan ada yang jarang kelihatan.

Entah bagaimana kami semua melalui ini, yang kami tahu setiap bersama-sama kami selalu tertawa penuh bahagia walaupun ada tugas-tugas berat lainnya yang selalu menanti untuk di kerjakan. ohh Semuts 🙂

1 Cover

2 From Us

3 Contents

4 Voice of Chief

5 Prime Report

6 Prime Report

7 Prime Report

8 Processing Food and Beverage

9 Transmission of Knowledge

10 Unjuk Gigi

11 Profile Belly Sam

12 13 The Corations

14 Profile Jafar

15 Molar layout

16 Gigigi

17 Dentist Gallery

18 Dentist Gallery

19 Dentist Advisor

20 View Point layout

21 Hobbies

22 Fun Fact

23 TicToc

24 Cover Belakang
Saya ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah mau bekerja sama dengan kami, khususnya civitas akademi FKG Unpad.

Credit :

Tria Dara Barlian | Nadhira Zulqalina | Andika Pakaradena | Dwitra Sukma Wardhana | Alfinta Maharani S.P. | Raden Daru Ramadinoto | Andintia Fitdya Depisha *urutan berdasarkan NPM

Taman Bunga Sang Ibu

Taman ini tersembunyi

Terletak di antara riuhnya rumah-rumah

Orang yang melihatnya tak banyak yang tahu

Warna-warni bunga menghiasi tempatnya

Pemiliknya seorang Ibu cantik yang teguh

Merawat tanamannya setiap saat

Hati Sang Ibu lembut, namun tegas dalam bersikap

Dia bertahan terhadap apa yang dianggapnya benar

Sang Ibu mampu mengubah hati yang tersesat

Seperti bunga-bunganya, ia merawat dengan sepenuh hati

Sang Ibu memiliki ketertarikan khusus terhadap bunga

Mungkin Ia menganggap, sangat disayangkan

Dikala benih tak berubah menjadi bunga

Maka ia berusaha mencurahkan seluruh tenaganya

Untuk benih tersebut

Tak dipungkiri lagi Ia seorang pengasuh yang hebat

Didedikasikan untuk :

Mama, Hj. Eri Sakti, S.S

untuk kecintaannya yang besar pada bunga-bunga

Property of Tria Dara Barlian
Property of Tria Dara Barlian
DSC_0075
Property of Tria Dara Barlian
DSC_0081
Property of Tria Dara Barlian
DSC_0052
Property of Tria Dara Barlian

Story from Tanjung Piayu

Hai !

Saya finally sampai di Batam lagi, kali ini saya ingin sharing pengalaman saya ke Tanjung Piayu. Begini, Tanjung Piayu adalah salah satu perkambungan melayu yang ada di Batam. Terus terang kondisi di sana belum semaju di kota. Sejak saya SD, papa sering memancing di sana. Jadi Tanjung Piayu menjadi cerita tersendiri bagi keluarga saya.

Yang saya suka adalah aroma angin laut langsung menusuk hidung ketika memasuki wilayah tersebut, aroma khas yang sudah jarang saya dapatkan ketika kuliah di Bandung. Pemandangan pantai putih bersih, sensasi berjalan di atas pasir, dan hamparan laut yang menyapu orizon. I just love it!

I know, you also want to know what it’s look like, so I got you pictures.

Property of Tria Dara Barlian
Property of Tria Dara Barlian. Hai, this is me and mommy
Property of Tria Dara Barlian
Property of Tria Dara Barlian, ini pemandangan dari atas bukit yang saya ambil. Di bawahnya ada perumahan penduduk melayu.
Property of Tria Dara Barlian
Property of Tria Dara Barlian
Property of Tria Dara Barlian
Property of Tria Dara Barlian, ini pemandangan ketika saya makan di rumah Pak RT, makan sambil menikmati pemandangan ini, priceless!
Property of Tria Dara Barlian
Property of Tria Dara Barlian, ini juga pemdangan lainnya. Ada pulau di seberang rumah makan Pak RT.
Property of Tria Dara Barlian
Property of Tria Dara Barlian, this is my family from behind. Minus my biggest sister.
Property of Tria Dara Barlian
Property of Tria Dara Barlian. Well ini salah satu pelantar di salah satu rumah penduduk.
Property of Tria Dara Barlian
Property of Tria Dara Barlian, idem dengan yang di atas
Property of Tria Dara Barlian
Property of Tria Dara Barlian, dapurnya. tak ada westafel, sisa makanan kangsung dibuang ke laut.
Property of Tria Dara Barlian
Property of Tria Dara Barlian. Berapa kemungkinannya punya rumah, kalau lagi panas langsung menyeburkan diri ke segarnya air laut?
Property of Tria Dara Barlian
Property of Tria Dara Barlian, hampir semua rumah di Tanjung Piayu adalah rumah panggung
Property of Tria Dara Barlian
Property of Tria Dara Barlian, jangan salah. Mobil pun bisa masuk ke sini.
Property of Tria Dara Barlian
Property of Tria Dara Barlian. Jalan masuk ke pemukiman penduduk.
Property of Tria Dara Barlian
Property of Tria Dara Barlian, sebuah gedung SD terlantar
Property of Tria Dara Barlian
Property of Tria Dara Barlian, peralatan rumah penduduk
Property of Tria Dara Barlian
Property of Tria Dara Barlian
Property of Tria Dara Barlian
Property of Tria Dara Barlian, how cool is that!
Property of Tria Dara Barlian
Property of Tria Dara Barlian, Dinas Sosial Kota Batam mengadakan program bedah rumah bagi masyarakat di Tanjung Piayu. Ini adalah pondasi salah satu dari rumah-rumah di Tanjung Piayu yang akan di renovasi. Hore!

 

and the best part, kita bisa makan seafood di rumah makan Pak RT, tanya saja penduduk sekitar, rumah makannya selalu ramai bahkan hari kerja. Terakhir kali (juga pertama kali) saya cicipi, makanannya enak. fresh. perjalanan ke Tanjung Piayu membutuhkan waktu sekitar 2 jam dari rumah saya. Jaman dulu saya masih harus melalui jalan curam dan berkerikil, no worried! sekarang hampir semua sudah di aspal.

ini nih, makanan yang wajib di coba kalau ke Tanjung Piayu. yum!

Property of Tria Dara Barlian
Property of Tria Dara Barlian, lihat betapa menggodanya kepiting saus itu.. sluurp
Property of Tria Dara Barlian
Property of Tria Dara Barlian, kerang aneh di sebelah kanan namanya Ranjungan. Setelah saya cicipi, rasanya seperti kepiting. true story.

 

so, wait no more! Batam menunggu untuk di-eksplore.

Semuts Project

Haloo, saya bersama teman saya andin dan fifin baru saja balik dari Surabaya mengikuti call for paper Communication Student Summit Hutkom Unair untuk menyuarakan ide kami sebagai perwakilan Universitas Padjadjaran mengenai indonesia baru. Even though belum rezeki kami di sana, Saya mau sharing sebuah video yang ingin kami perlihatkan ke anak-anak muda lainnya. Semoga suka yaa 🙂 https://www.youtube.com/watch?v=4hKwCuyrGRI

Rahasia di Balik Kota Payakumbuh

Tak banyak yang mengetahui bahwa pariwisata di Sumatera Barat bukan seketar Kota Padang saja, tetapi juga Kota Payakumbuh. Khususnya bagi orang-orang yang sudah jenuh dengan aktifitas perkotaan dan merindukan suasana yang lebih tenang. Kota Payakumbuh adalah salah satu alternatif yang tepat bagi pencinta perjalanan mencuci mata pemandangan karena banyak hal yang jarang ditemui pada kota-kota yang sudah maju.

Tria Dara Barlian's

(lokasi : Lembah Harau)

Payakumbuh penuh akan hal-hal yang sangat bersifat tradisional dan unik karena jarang ditemui di daerah lain. Salah satu tempat yang menarik untuk dikunnjungi adalah Pasar Ibuah, sebuah pasar tradisional berkapasitas besar dan selalu dipenuhi oleh orang-orang yang mencari kebutuhan.

 

Hal unik yang dapat di temukan di sana adalah terlihat beberapa sosok ibu-ibu yang sedang menggiling cabai dengan penggilingan yang besar dan dengan jumlah cabai yang banyak. Orang minang ternyata anti dengan cabai giling hasil proses pemblenderan konon katanya cabai yang digiling secara tradisional jauh lebih nikmat dibandingkan cabai hasil proses pemblenderan. Berbeda dengan orang kota yang tidak memiliki waktu untuk menggiling cabai dikarenakan sibuknya pekerjaan.

30980_4961446956577_993450389_n67849_4961452236709_1032644569_n 198382_4961164109506_1705553014_n 283205_4961460156907_2100818985_n 318898_4961429276135_1687372521_n 561538_4961505838049_1836276624_n

Hal ini bisa kita tiru karena proses yang tidak menggunakan mesin lebih sehat dan enak untuk dinikmati bagi keluarga.

Keunikan kota Payakumbuh tidak sampai disitu, selain memiliki pasar tetap yang buka setiap hari, Kota Payakumbuh juga memiliki pasar yang buka pada hari-hari tertentu, seperti pokan jum’ek yang artinya pasar yang buka hanya pada hari jumat.

Kota Payakumbuh juga memiliki mall untuk mengimbangi perkembangan zaman, tetapi masyarakat lebih suka berbelanja di pasar karena lebih lengkap dan lebih murah. Pasar di Payakumbuh bagai mall besar, di mana memiliki banyak toko yang hanya menjual spesialisasi khusus misalnya hanya menjual sepeda saja atau koran saja. Toko-toko ini berada di sepanjang jalan raya, sehingga sesungguhnya Kota Payakumbuh seperti mall yang sangat besar, karena kita saja harus menggunakan mobil untuk berpindah dari satu toko ke toko lainnya. Itu adalah lelucon yang sering diucapkan oleh orang Payakumbuh.

Jika berjalan-jalan ke Kota Payakumbuh belum lengkap jika tak mencicipi makanannya yang khas yakni sate dangung-dangung, terbuat dari daging sapi yang diungkap dengan bumbu tertentu sehingga berwarna kecoklatan, disiram denga kuah berwarna kuning dengan sedikit rasa pedas, dilengkapi dengan lontong, dan butiran bawang merah. Keenakannya sudah tersebar diseluruh Indonesia, terbukti dengan bukanya beberapa rumah makan penjual sate dagung-dagung.

61652_4959604230510_1895860333_n

Makanan  lain yang tak kalah lezat adalah nasi kapau. Siapa yang tak mengenal nasi kapau, nasi hangat dicampur dengan berbagai lauk khas padang, bersantan dan bercabai. Saking enaknya, pada siang hari biasanya nasi kapau sudah banyak yang habis pilihan untuk lauk pauknya.

Selain makanan berat, ada juga beberapa makanan serta minuman ringan yang bisa dinikmati untuk bersantap bersama keluarga tercinta, seperti es tebak (es campur khas dari Kota Payakmubuh), Dadih (yogurt yang terbuat dari susu sapi yang dimasukkan kedalam potongan bambu dan rasanya agak sedikit asin), rondang talua (rendang yang terbuat dari ubi, dan di masak kering), dan juga ai aka (adalah minuman yang terbuat dari daun aka, bagus untuk kesehatan alat-alat pencernaan).

395038_4960565254535_1767582302_n 45291_4961148269110_1561198476_n 252205_4959588670121_1566225893_n 374429_4960608815624_781988999_n

dadih

(ini adalah dadih yang disebutkan di atas, maaf karena gambarnya terkena refleksi cahaya oleh kaca. Ternyata jauh sebelum yogurt yang ada sekarang, orang minang telah menemukan yogurt.)

Mengunjungi kota Payakumbuh tak lengkap jika hanya menimati kuliner dan jajanannya saja, banyak pemandangan menarik yang bisa kita lihat di kota Payakumbuh.

Payakumbuh kaya akan pemandangan akan sawahnya, kemanapun melangkah dan berjalan kita akan melihat hamparan hijau indahnya sawah yang bertemu dengan kaki langit, mata tak pernah jemu memandang pemandangan hijau indahnya pemandangan.

Salah satu bukti keindahan dari Payakumbuh adalah dengan dijadikannya salah satu objek pariwisata di Payakumbuh untuk cover majalah National Geographic, yakni keindahan Lembah Harau. Di lembah harau selain kita melihat indahnya lembah yang menjulang tinggi, ada 3 buah air mancur yang mengundang decak kagum kita.

311288_4961324793523_720208823_n 417097_4961314753272_1762804256_n 556262_4961272392213_1234676685_n

Masih banyak hal yang perlu disibak lebih lanjut mengenai keindahan Kota Payakumbuh, bagi Anda yang penasaran ayo kunjungi Payakumbuh, akan banyak hal-hal menarik untuk dilihat dan dicoba. Selain itu kota payakumbuh juga dekat dengan Bukit Tinggi. Tak ada salahnya anda sekalian berkunjung ke sana. Anda bisa berbelanja jajanan tradisional khas Sumatera Barat, dan kain tenun (baju, mukenah, dll.) di Pasar Atas Bukittinggi, melihat jam gadang dan mengunjungi Kebun Binatang Kinantan. Dua tempat wisata tersebut berada pada lingkungan yang sama.

n.b. Es langkok durian yang berada di depan mesjid di Pasar Atas Bukit Tinggi sangat direkomendasikan.

15101_4961155589293_1874497621_n 30972_4960652856725_1019175526_n 60511_4960645456540_441078271_n 74217_10200123596195259_280650037_n 386485_4961114988278_192224542_n 479762_4961095627794_1638788205_n 481852_4961087387588_853890261_n

 

Jadi tunggu apa lagi ? Ayoo ke Kota Payakumbuh Sumatera Barat !

 

 

a Little Piece of Surabaya

Saya jatuh cinta dengan kota Surabaya

agak sedikit nyes karena ga jadi kuliah di sana, mungkin Tuhan punya rencana lain

Bulan September lalu saya berkesempatan pergi ke Surabaya untuk menghadiri wisuda kakak saya angkatan 105 ITS

tempatnya bersih, dan cantik

penuh dengan taman bunga, walaupun di tengah jalan tetap ada pemandangan yang bisa di lihat

taman-tamannya kreatif, tersebar di jalan-jalan utama

saya salut dengan walikotanya, yang bisa mengurus kota sedemikian indahnya

 

nah disana, saya juga ke House of Sampoerna

worth it, disana kita bisa melihat proses pemlintingan rokok, sampai sejarah serta owner

dan pihak sampoerna menyediakannya secara gratis !

 

beberapa foto yang saya ambil di sana :

cantik ya lampunya ( The Dharma Home Stay)

House of Sampoerna (Pilarnya seperti 234)

Museum House of Sampoerna (gelas kaca kimia)

Ada miniatur warung kaki lima ! 😀

Jenis-jenis cengkeh, setiap daerah beda loh ukuran dan spesifikasinya

ini dia tamannya yang tadi saya bilang cantik 🙂

Last but not least, kata orang Surabaya belum sah datang ke Surabaya kalau belum foto di sini hehe