Peran Pemuda dan Pemudi Indonesia Terhadap Posisi Strategis dan Non Strategis Indonesia dalam Konteks Geopolitik dan Wasantara

esai ini dibuat untuk memenuhi tugas akhir Kewarganegaraan saya sewaktu semester I di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran. Jika ada ingin mengutip dan sebagainya tolong sertakan alamat blog ini. Terima kasih. Semoga bermanfaat🙂

Pagi itu saya terhenyak dengan perkataan Dosen saya, Bapak Dadang Rahmat Hidayat tentang kecenderungan kapal asing yang melintasi Singapore dan singgah di sana ketimbang untuk singgah di Kota Batam, Kepulauan Riau yang letaknya hanya sekitar 45 menit perjalanan dengan kapal atau ferry. Harus saya akui, bahwa infrastruktur yang dimiliki oleh kota Batam berbanding terbalik 180o dengan yang dimiliki oleh singapore. Walaupun sebenarnya kondisi pelabuhan di Batam tidak benar – benar parah. Beberapa tahun belakangan ini pelabuhan kapal internasional di Batam telah di perbaiki dan terlihat modern serta internasional. Padahal kalau diteliti lebih jauh, biaya visa untuk masuk ke pelabuhan Singapore lebih mahal di bandingkan dengan masuk ke pelabuhan kota Batam. Mungkin hanya saja Kota Batam belum memenuhi standar yang mencukupi bagi kapal – kapal yang akan singgah ke sana, jadi tidak heran bahwa kapal asing lebih memilih singgah ke pelabuhan Singapore dibandingkan dengan pelabuhan kota Batam untuk mengisi bahan persediaannya selama di perjalanan. Dan untuk mengerjar ketertinggalan infarstruktur agar sama dengan dengan Singapore butuh usaha ekstra. Tidak hanya akan mengeluarkan biaya yang amat besar, juga diperlukan waktu yang tidak sebentar. Dan prosesnya akan berjalan dari generasi ke generasi. Dibutuhkan kesinambungan kerja dari generasi ke generasi berikutnya.

Belum lagi permasalahan kekayaan laut Indonesia yang cenderung dimanfaatkan atau dalam bahasa gamblangnya dicuri oleh pihak asing. Dengan alasan yang klise nelayan asing tersebut tidak bisa ditangkap karena teknologi perkapalan yang dimiliki Indonesia masih tertinggal jauh dengan yang dimiliki oleh nelayan asing. Sehingga nelayan asing dapat kabur dengan mudah dari kejaran polisi air Indonesia pada saat akan di tangkap. Bagaimana nelayan asing tersebut akan diadili bila belum bisa tertangkap? Hal tersebut selalu menjadi hal yang dilematis. Disatu sisi Indonesia ingin melawan dan tidak ingin harga dirinya diinjak – injak, tetapi pada kenyataannya pihak asig lebih kuat dan maju dibandingkan dengan Indonesia.
Sungguh miris ketika melihat kondisi seperti ini. Masalah-masalah di atas hanya lah sedikit permasalahan dari sekian kompleks permasalahan yang didera oleh Indonesia. Dan yang lebih parah hanya sedikit dari pemuda – pemuda di Indonesia yang sadar akan permasalahan ini, atau pemuda dan pemudi di Indonesia telah mengetahuinya dan bersikap acuh terhadap kejadian ini. Padahal mayoritas penduduk di Indonesia adalah pemuda. Hal tersebut seharusnya menjadi kelebihan dan kekuatan bagi bangsa Indonesia untuk menjaga dan mempertahankan NKRI, karena sebuah negara mengalami kemajuan yang signifikan apabila pemudanya berperan secara optimal.

Pada sisi baiknya, mungkin keadaan di Indonesia tidak separah keadaan di Palestina yang harus terjadi pertumpahan darah dalam merebut suatu daerah. Indonesia berada dalam kondisi yang sangat strategis. Republik Indonesia adalah negara di Asia Tenggara yang melintasi garis katulistiwa dan berada di antara benua Asia dan Australia serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Indonesia merupakan negara kepulauan. Negara kepulauan merupakan suatu kesatuan utuh wilayah, yang batas-batasnya ditentukan oleh laut, dalam lingkungan mana terdapat pulau-pulau dan gugusan pulau-pulau Atau Merupakan gugusan pulau-pulau dengan perairan diantaranya dan angkasa di atasnya sebagai kesatuan utuh, dengan unsur air sebagai penghubung. Indonesia terdiri dari 17.508 pulau besar maupun kecil yang memiliki batas astronomis:
• Utara : 06˚ 08’ LU
• Selatan : 11˚ 15’ LS
• Barat : 94˚ 45’ BB
• Timur : 141˚ 05’ BT
• Jarak Utara-Selatan : 1.888 km
• Barat-Timur : 5.110 km

Selain itu dalam melaksanakan kegiatannya untuk mencapai tujuan nasionalnya Indonesia harus berhadapan dengan berbagai jenis negara, seperti negara-negara ASEAN termasuk Australia, negara-negara yang berkepentingan terhadap perikanan, negara-negara maritim yang memiliki armada niaga besar, negara maritim besar dalam rangka mencapai global strategi (Kusumaatmadja. 2002 : 26). Jadi suatu negara tidak bisa dipisahkan dan tidak dapat hidup dengan sendirinya, suatu negara mempunyai Hubungan timbal – balik. Saling merespon satu sama lain terhadap kondisi yang dialami suatu negara. Baik yang terjadi diluar maupun di dalam negaranya masing-masing.

Menurut http://www.dephan.go.id/buku_putih/bab_iv.htm Kita patut bersyukur kecendrungan ancaman negara lain yang ingin mengintervensi Indonesia diperkirakan kecil kemungkinannya, karena masih ada badan – badan dunia yang menjaga dan memelihara perdamaian dunia seperti Perserikatan Bangsa – Bangsa, dan belum lagi tentang opini publik yang akan dihadapi suatu negara apabila negaranya menyerang negara lain. Tetapi ada ancaman lain yang mengancam kedaulatan Republik Indonesia yaitu kejahatan terorganisasi seperti :
o Terorisme internasional yang memiliki jaringan lintas negara dan timbul di dalam negeri.
o Gerakan separatis yang berusaha memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia terutama gerakan separatis bersenjata yang mengancam kedaulatan dan keutuhan wilayah Indonesia.
o Aksi radikalisme yang berlatar belakang primordial etnis, ras dan agama serta ideologi di luar Pancasila, baik berdiri sendiri maupun memiliki keterkaitan dengan kekuatan-kekuatan di luar negeri.
o Konflik komunal, kendatipun bersumber pada masalah sosial ekonomi, namun dapat berkembang menjadi konflik antar suku, agama maupun ras/keturunan dalam skala yang luas.
o Kejahatan lintas negara, seperti penyelundupan barang, senjata, amunisi dan bahan peledak, penyelundupan manusia, narkoba, pencucian uang dan bentuk-bentuk kejahatan terorganisasi lainnya.
o Kegiatan imigrasi gelap yang menjadikan Indonesia sebagai tujuan maupun batu loncatan ke negara lain.
o Gangguan keamanan laut seperti pembajakan dan perompakan, penangkapan ikan secara ilegal, pencemaran dan perusakan ekosistem.
o Gangguan keamanan udara seperti pembajakan udara, pelanggaran wilayah udara, dan terorisme melalui sarana transportasi udara.
o Perusakan lingkungan seperti pembakaran hutan, perambahan hutan ilegal, pembuangan limbah bahan beracun dan berbahaya.
o Bencana alam dan dampaknya terhadap keselamatan bangsa.
Apabila permasalahan – permasalah di atas tidak ditanggapi secara serius hal ini dapat menjadi isu nasional. Dan dapat menganggu kedaulatan Indonesia, keselamatan warga negara Indonesia serta keutuhan wilayahnya sendiri.

Suatu permasalahan yang dihadapi oleh suatu negara akan menjadi efek domino yang menarik permasalahan lainnya. Misalnya saja permasalahan krisis ekonomi akan menghasilkan permasalahan baru seperti pengangguran, kemiskinan, meningginya tingkat kejahatan dan gangguan keamanan akan meningkat.
Tetapi kita juga tidak usah menyalahkan pemerintah. Karena masalah tidak akan selesai karena itu. Pemerintah juga tidak hanya tinggal diam, pemerintah dalam prosesnya telah melakukan usaha – usaha seperti Wajib Belajar 9 Tahun untuk mencoba menyeratakan tingkat pendidikan di Indonesia. Agar lebih banyak lagi sumber daya manusia di Indonesia yang dapat memanfaatkan dan mengeskplore sumber daya alam Indonesia lebih baik sehingga mampu bersaing dalam globlalisasi, selain itu agar bangsa Indonesia tidak gampang dimanipulasi oleh pihak lain. Juga diadakan progam subsidi BBM bagi warga yang tidak mampu, program perbaikan kesehatan. Biarlah pemerintah menjalankan tugasnya, dan kita sebagai pemuda dapat membantu di dalam prosesnya. Kita dapat mengkritisi apa yang sedang terjadi di Indonesia, jangan takut untuk menyumbangkan saran kalau saran itu menurut kita akan jauh lebih efektif daripada jalan tradisional yang biasa di lakukan. Ikut di dalam event – event internasional, saling bertukar pikiran dengan warga negara lain dan mengambil ide dan cara yang efektif untuk memajukan Indonesia. Melalui cara tersebut kita dapat menghemat waktu karena telah mengetahui efeknya. Di dalam buku Pemuda Indonesia Menggugat! Karya Noeh, Munawar Fuad. 2009 menyatakan pemuda bukan hanya agent of change, atau agen perubahan, tetapi bahkan sebagai leading the change atau sedang memimpin perubahan. Pemuda memang diartikan sebagai anak-anak potensial yang mampu melakukan perubahan. Pemuda adalah leading the change, memimpin perubahan. Karena pemuda sebagai leading the change, maka pemuda harus bersatu sebelum menjadi pemimpin perubahan. Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengembalikan harkat dan martabat bangsa. Salah satu faktor penting dalam mengembalikan martabat bangsa adalah menciptakan kepemimpinan muda yang bermoral, karena krisis kepemimpinan selama ini, moral menjadi pemicu kandasnya martabat bangsa. Pemimpin (ber)moral tentunya berbeda dengan pemimpin formal, pemimpin bisa saja terdapat dimanapun, namun sedikit pemimpin yang mempunyai jiwa kepemimpinan. Pemuda harus menyiapkan diri masing-masing dan mendorong generasi pemimpin muda yang progresif dan lebih mampu menjamin masa depan bangsa dengan tahapan dan proses waktu yang terukur.

Ilmu yang mempelajari tentang tata cara penyelenggaraan negara yang berhubungan dengan letak wiilayah suatu negara, pertimbangan-pertimbangan dasar dalam menentukan alternatif kebijaksanaan dasar nasional untuk mewujudkan tujuan tertentu ilmu tersebut dinamakan geopolitik. Sebagaimana tujuan nasional Indonesia tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, maka kepentingan nasional Indonesia adalah melindungi kedaulatan negara dan menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, melindungi keselamatan dan kehormatan bangsa, dan ikut serta secara aktif dalam usaha-usaha perdamaian dunia. Sebagai negara merdeka, berdaulat, dan bermartabat, kepentingan strategis untuk mempertahankan diri harus selalu disiapkan dan dilaksanakan tanpa mempermasalahkan ada atau tidak adanya ancaman nyata. Usahakan penggunaan senjata untuk menyelesaikan permasalahan adalah pilihan terakhir yag harus dilakukan. Jika kita semua selruh pemuda Indonesi sadar betapa pentingnya pengetahuan geopolitik Geopolitik untuk membangkitkan semangat cinta tanah air. Semangat cinta tanah air akan membangkitkan karakter nasional Karakter nasional, salah satu elemen kekuatan nasional.

Daftar Pusaka :
1. Noeh, Munawar Fuad. 2009. Pemuda Indonesia Menggugat! KNPI Undercover. Jakarta; Penerbit Zikrul Hakim.
2. http://id.wikipedia.org/Indonesia
3. http://id.wikipedia.org/Geopolitik_Indonesia

let's talk ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s